Puisi

All posts in the Puisi category

​Sebuah Derita

Published Juni 20, 2017 by Reddish

Saya mengerti apa yang kamu derita. Tak usah kaget dengan apa yang saya katakan. Rindu itu memang sebuah derita, bukan? 

Sebab bayang rindu tak henti mengetuk ingatan, getarnya menyisip di debaran jantung. Bahkan, terkadang terlalu pelik untuk membeda antara detak jantung dengan detak rindu di tiap detik. Seringnya, perasaan itu menjelma kentut; menyesak pada napas.
Ah, saya ingin mengamandemen kesepakatan kita. Sungguh semakin jarak terbentang, semakin rindu berdentam. Maka, adalah rindu yang memucat pasi, kala degupnya kian melirih, lalu mati oleh prasangka dan pupusnya mimpi.

Saat kematian rindulah semesta seakan sunyi, lenyi!

Pantaslah rindumu tak pernah tuntas dari dahaga. Suara, foto hanya ilusi belaka.

Ingatlah, wahai kamu!

Penentram rindu ialah doa. Pemuasnya ialah jumpa.

Benarlah, bahwa saya telah kehilangan sebuah bibit. Nyatanya bibit itu tertinggal dan tumbuh menjadi pohon rindu, yang rantingnya telah menjamah matamu.

Siapa pun berhak menyuarakan rindu

Termasuk kamu… 

Dan saya! 

#Reddish

Iklan

Masih Tentangmu

Published November 15, 2015 by Reddish

kumpulanpuisiuntukayah.jpg

Aku masih sama

Menggeremangkan doa

Untukmu di sana

Aku masih seperti dulu

Menderaikan rindu

Padamu

Aku tak pernah lelah

Menyusun keping sejarah

Tentangmu, Ayah

Malam-malamku sedikit membeku

Sebab kau pergi tinggalkanku

Lalu antara kita ada sekat yang menghalangi penglihatan

Namun, sejatinya kau masih menggenggam jemariku, kan?

Tapi

Aku masih memandangmu di sini

Dengan h a t i

Dan percayalah…

Aku s’lalu memelukmu

Lewat d o a

Tasikmalaya, 1 Shoffar 1437 H/ 12 November 2015

~Selamat Hari Ayah~